
Bangunan di Kota Lasem
Siang itu bus yg aku tumpangi melaju kencang di jalan pantura.
Menyusur jalan dari Kota Demak, Kota Pati hingga ke tujuan utama yaitu
Kota Lasem. Seperti traveling sebelum-belumnya, saya hanya modal info
dari internet saja soal kota yg saya tuju. Hotel, tempat makan semua
saya belom ada info yg akurat. Adzan Magrib terdengar keras dari Toa
Masjid Agung Kota Lasem. Bapak2, remaja asik dengan balutan sarung
batik serta mengenakan peci dan barisan Ibu2 dengan mengenakan mukena
membuat suasan Kota Lasem nampak agamis. Sangat sendu menjelang malam
itu.
Mau tehe ?
Hotel di Kota Lasem hanya satu (maap saya lupa namanya), dan saya
dapat kamar yg harga 70ribu dengan fasilitas kamar mandi dalam dan ada
TV. Selepas menaroh tas , kemudian menggunakan waktu malam itu untuk
berjalan menyusur Kota Lasem. Alun2 kota yg hanya seukuran lapangan
badminton dan ada berjejer penjual aneka makanan malam. Nasi goreng,
Angkringan dan mie rebus. Di sebarang jalan ada penjual makanan
gendongan dan orang lasem menyebut “
OPOR TUYUHAN”.
Kira2 begini ujud Opor Tuyuhan makanan khas kota lasem. Soal rasa ? nikmatt!!! Anda musti coba …