KOMENTAR

Rabu, 15 Mei 2013

Kebangkitan Laesan, Kesenian Yang Terlupakan

Siapa sangka, di sebuah kecamatan kecil di pesisir utara Jawa Tengah, tepatnya di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, selain situs² bersejarah, tersimpan juga warisan budaya yang juga tak kalah unik yaitu kesenian Laesan.
Laesan, Lasem
penari berada di dalam kurungan ayam saat Laesan dimulai | sumber foto
Laesan berasal dari kata “laes” yang berarti hampa. Sekilas, kesenian ini hampir mirip dengan Sintren dari Cirebon. Dimainkan oleh seorang penari laki-laki yang menari dengan gerakan gemulai bak bidadari. Dalam pertunjukan Laesan, sang penari diiringi oleh beberapa orang pemain alat musik berupa bambu/disebut juga dengan “Jug” yang dipukul-pukul, sehingga menimbulkan bunyi-bunyian yang ritmik. Sementara beberapa orang menjadi penembang/sinden yang menyanyikan tembang dalam bahasa jawa ngoko khas pantura.
Asap dupa mengepul, aromanya merebak melekat di hidung para penonton. Tampah berisi bunga sesaji berada di depan para pemain. Sang penari berada di dalam kurungan ayam yang sebelumnya sudah diasapi dengan kemenyan. Ketika ketukan bambu berpadu bertalu, para penembang membawakan tembang seolah

Contoh Soal Ulangan Harian IPS Kelas V SD


ULANGAN HARIAN 1
Mata Pelajaran : IPS
Kelas/ Semester : V/ 2
Hari/ Tanggal : ..................................
Nama :...........................................








 
I.           Berilah tanda silang (x) di depan huruf a, b, c, dan d pada jawaban yang benar.


1.      Belanda mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia pada masa pemerintahan ...
a.       Van den Bosch
b.      Jan Pieterzoon Coen
c.       Herman Williem Deandles
d.      Thomas Stamford Raffles
2.      Belanda pertama kali masuk Indonesia pada 1596 di bawah pimpinan ...
a.       Jacob van Neck
b.      Cornelis de Houtman
c.       Jan Pieter Both
d.      J.P. Coen
3.      Tujuan pertama Bangsa Belanda datang ke Indonesia adalah ...
a.       Menanamkan modal
b.      Memajukan pertanian
c.       Mendidik penduduk pribumi
d.      Mencari rempah-rempah
4.      Perjanjian yang menyatakan bahwa Inggris menguasai seluruh wilayah Jawa, Madura, dan seluruh pangkalan Belanda di Luar Jawa adalah ...
a.       Perjanjian Saragosa
b.      Perjanjian Versaille
c.       Perjanjian Giyanti
d.      Perjanjian Tuntang
5.      Gubernur Jenderal VOC yang berhasil merebut Jayakarta ialah ...
a.       Jan Pieterzon Coen
b.      Napoleon Bonaparte
c.       Herman Williem Deandles
d.      Thomas Stamford Raffles
6.      Pembuatan Jalan Anyer – Panarukan diperintahkan oleh ...
a.       Napoleon Bonaparate
b.      Van Der Capellen
c.       Herman Williem Deandles

A Portrait of Cu An Kiong – Lasem

Kelenteng Cu An Kiong Lasem
Mini Tiongkok adalah sebutan lain bagi Kecamatan Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Disini terdapat banyak bangunan peninggalan kaum Tionghoa dari masa ke masa. Salah satunya adalah Kelenteng Cu An Kiong yang terletak di Jalan Dasun, tak jauh dari jalan raya Daendels. Lokasinya juga berdekatan dengan Lawang Ombo / Omah Candu. Konon kelenteng ini merupakan kelenteng tertua di Lasem.
Interior yang sangat ethnic & indah membuat saya hanya bisa terbengong-bengong ketika berkunjung kesini beberapa waktu lalu. Mulai dari gerbang utama, patung-patung, ornamen, lukisan dinding, lantai keramik, sampai pernak-perniknya semua adalah maha karya. Ditambah dengan aroma hio / dupa persembahan untuk para dewa yang semerbak memenuhi ruangan semakin membius saya dan teman².
Kalau mau main ke Lasem, harus menyempatkan diri “sowan” kesini. Sempatkan juga ngobrol dengan pengurus kelenteng Cu An Kiong, karena dari mereka akan mengalir cerita² seru mengenai sejarah & filosofi bangunan ini. Meski postingan ini singkat, semoga bisa menjadi inspirasi liburan kamu. Cerita lebih lengkap tentang Lasem insyaallah akan diposting kalau para auditor ini sudah hengkang dari kantorku. Maklum, buruh… #eh #keceplosan | (endingnya curcol yee) hahaha
Happy Traveling !!