KOMENTAR

Rabu, 15 Mei 2013

Contoh Soal Ulangan Harian IPS Kelas V SD


ULANGAN HARIAN 1
Mata Pelajaran : IPS
Kelas/ Semester : V/ 2
Hari/ Tanggal : ..................................
Nama :...........................................








 
I.           Berilah tanda silang (x) di depan huruf a, b, c, dan d pada jawaban yang benar.


1.      Belanda mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia pada masa pemerintahan ...
a.       Van den Bosch
b.      Jan Pieterzoon Coen
c.       Herman Williem Deandles
d.      Thomas Stamford Raffles
2.      Belanda pertama kali masuk Indonesia pada 1596 di bawah pimpinan ...
a.       Jacob van Neck
b.      Cornelis de Houtman
c.       Jan Pieter Both
d.      J.P. Coen
3.      Tujuan pertama Bangsa Belanda datang ke Indonesia adalah ...
a.       Menanamkan modal
b.      Memajukan pertanian
c.       Mendidik penduduk pribumi
d.      Mencari rempah-rempah
4.      Perjanjian yang menyatakan bahwa Inggris menguasai seluruh wilayah Jawa, Madura, dan seluruh pangkalan Belanda di Luar Jawa adalah ...
a.       Perjanjian Saragosa
b.      Perjanjian Versaille
c.       Perjanjian Giyanti
d.      Perjanjian Tuntang
5.      Gubernur Jenderal VOC yang berhasil merebut Jayakarta ialah ...
a.       Jan Pieterzon Coen
b.      Napoleon Bonaparte
c.       Herman Williem Deandles
d.      Thomas Stamford Raffles
6.      Pembuatan Jalan Anyer – Panarukan diperintahkan oleh ...
a.       Napoleon Bonaparate
b.      Van Der Capellen
c.       Herman Williem Deandles

A Portrait of Cu An Kiong – Lasem

Kelenteng Cu An Kiong Lasem
Mini Tiongkok adalah sebutan lain bagi Kecamatan Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Disini terdapat banyak bangunan peninggalan kaum Tionghoa dari masa ke masa. Salah satunya adalah Kelenteng Cu An Kiong yang terletak di Jalan Dasun, tak jauh dari jalan raya Daendels. Lokasinya juga berdekatan dengan Lawang Ombo / Omah Candu. Konon kelenteng ini merupakan kelenteng tertua di Lasem.
Interior yang sangat ethnic & indah membuat saya hanya bisa terbengong-bengong ketika berkunjung kesini beberapa waktu lalu. Mulai dari gerbang utama, patung-patung, ornamen, lukisan dinding, lantai keramik, sampai pernak-perniknya semua adalah maha karya. Ditambah dengan aroma hio / dupa persembahan untuk para dewa yang semerbak memenuhi ruangan semakin membius saya dan teman².
Kalau mau main ke Lasem, harus menyempatkan diri “sowan” kesini. Sempatkan juga ngobrol dengan pengurus kelenteng Cu An Kiong, karena dari mereka akan mengalir cerita² seru mengenai sejarah & filosofi bangunan ini. Meski postingan ini singkat, semoga bisa menjadi inspirasi liburan kamu. Cerita lebih lengkap tentang Lasem insyaallah akan diposting kalau para auditor ini sudah hengkang dari kantorku. Maklum, buruh… #eh #keceplosan | (endingnya curcol yee) hahaha
Happy Traveling !!

Kamis, 13 Desember 2012

Batik Lasem: Campuran Kebudayaan Jawa dan Cina


Secara umum Batik di tanah jawa di bagi menjadi dua golongan besar yaitu batik dari pesisiran salah satunya adalah batik Lasem, Cirebon, Tuban dan sebagainya. Batik pesisiran dipengaruhi oleh budaya asing hal ini disebabkan karena banyaknya orang asing yang singgah dipelabuhan. Golongan yang ke dua adalah batik dari kerajaan contohnya adalah batik Solo, Jogja, Banyumas dan sebagainya. Batik ini tidak mendapat pengaruh dari asing, demikian menurut Sigit Wicaksono salah seorang pengusaha dan pengamat batik Lasem.
Menurutnya, kebudayaan Cina paling banyak berpengaruh pada Batik Lasem. Sebagai contoh motif yang dipengaruhi oleh kebudayaan cina adalah motif yang menggunakan gambar burung hong dan pokok – pokok pohon bambu. Menurut kepercayaan Cina pohon bambu melambangkan kerukunan keluarga yang kuat.